Sejarah Terulang, Sultra Saksi Pengumuman Swasembada Pangan Nasional oleh Presiden Prabowo

Pemprov Sultra
Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio bersama jajaran pejabat Pemprov Sultra menyaksikan secara daring Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengumumkan tercapainya Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 dari Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Rabu (7/1/2026). Foto: Setda Prov. Sultra @2026

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) turut menjadi saksi sejarah saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengumumkan tercapainya Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025.

Acara dipusatkan di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini diikuti secara daring oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, bersama jajaran pejabat Pemprov Sultra dari Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Rabu (7/1/2026).

Dalam sambutannya yang emosional, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Pengumuman ini menandai kembalinya kejayaan pangan tanah air, mengulang prestasi serupa yang pernah diraih pada dekade 1980-an.

“Hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting. Dengan mengucap bismillah pada 7 Januari 2026, saya Presiden Prabowo Subianto mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan bagi rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Keberhasilan ini sangat signifikan mengingat Indonesia terakhir kali mencapai puncak kejayaan pangan pada tahun 1984. Saat itu, atas prestasi swasembada beras, Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan internasional dari FAO di Roma pada tahun 1985.

Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras seluruh komunitas pertanian, mulai dari petani hingga penyuluh, yang berhasil mewujudkan target lebih cepat dari yang direncanakan.

“Waktu saya dilantik, saya beri target swasembada 4 tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara kompak, hasilnya dalam satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Presiden Prabowo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, produksi beras nasional tahun 2025 diprediksi mencapai 34,71 juta ton. Angka ini tercatat sebagai produksi tertinggi sepanjang sejarah dalam satu tahun pemerintahan dan telah melampaui total kebutuhan domestik tahunan.

Keikutsertaan Pemprov Sultra dalam agenda ini merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Asrun Lio bersama jajaran Pemprov Sultra mengikuti seluruh rangkaian acara yang diselenggarakan Kementerian Pertanian tersebut sebagai bentuk sinergi antara pusat dan daerah.

Dengan tercapainya swasembada ini, Indonesia kini kembali memposisikan diri sebagai negara yang mandiri secara pangan dan tidak lagi bergantung pada impor dari bangsa lain.

Editor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *