
KENDARI – Pemerintah Provinsi (Prmprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi di wilayahnya. Melalui Dinas Koperasi dan UMKM Sultra yang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI, digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) guna mempercepat Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan penetrasi digitalisasi pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Selasa (27/1/2026) ini diikuti oleh pengurus koperasi dari Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan, serta para pemangku kepentingan se-Sultra.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhammad Salihin, mengungkapkan fakta bahwa dari total 2.285 koperasi di Sultra, baru sekitar 40 persen yang benar-benar beroperasi secara aktif hingga Desember lalu. Banyak koperasi yang baru sekadar memiliki akta notaris namun belum menjalankan kegiatan usaha.
“Pemerintah hadir untuk memastikan koperasi tidak hanya ada di atas kertas. Saat ini, Satgas Pengawasan terus memantau 17 kabupaten/kota dengan tiga indikator: keberadaan kantor, unit usaha yang berjalan, serta perekrutan anggota dari masyarakat,” jelasnya.
Salihin menyayangkan minimnya pelaksanaan RAT di Sultra. Hingga tahun buku 2025, tercatat baru delapan koperasi yang melaksanakan forum tertinggi tersebut. Padahal, RAT merupakan kewajiban mutlak meskipun usaha koperasi belum berjalan optimal.
Dalam kesempatan ini, Kota Kendari mendapat apresiasi khusus karena telah menerapkan sistem digital dalam pengelolaan koperasinya. Praktik baik ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Sultra.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Digitalisasi Kemenkop UKM RI, Budi Lestari, menjelaskan bahwa sesuai UU Nomor 25 Tahun 1992, RAT wajib digelar minimal sekali setahun secara akuntabel.
“RAT bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan momentum keberlanjutan usaha. Melalui digitalisasi menggunakan SIMKOPDES dan Online Data System (ODS), pelaporan keuangan dapat dilakukan secara transparan dan efisien,” ungkap Budi.
Pemanfaatan teknologi digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi ribuan koperasi di Sultra agar pengelolaannya terpantau secara nasional dan mampu menjadi pilar penguatan ekonomi masyarakat desa maupun kelurahan.
Editor: Tim Redaksi
