
KENDARI – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua menekankan pentingnya memaknai bulan suci Ramadan sebagai sarana refleksi diri sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kultum salat tarawih di Masjid Raya Al Kautsar, Kota Kendari, Selasa (24/2/2026) malam.
Dalam ceramahnya, Hugua menjelaskan bahwa esensi ibadah puasa jauh melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga. Baginya, Ramadan adalah sekolah bagi pengendalian emosi dan keseimbangan hidup.
“Ramadan memberi kesempatan melatih kesabaran, menumbuhkan keikhlasan, dan memperkuat empati. Nilai-nilai ini penting agar kehidupan bermasyarakat tetap rukun dan saling menghargai,” ucap Hugua di hadapan para jemaah.
Hugua juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang cenderung membuat individu terjebak pada persaingan dan orientasi materi. Menurutnya, puasa hadir sebagai pengingat untuk menata kembali prioritas hidup dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pondasi moral masyarakatnya.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Di akhir tausiyahnya, Wagub mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengimplementasikan semangat Ramadan dalam tindakan nyata, seperti memperbanyak berbagi rezeki kepada warga kurang mampu, enjaga silaturahmi antar tetangga dan komunitas, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Tim Redaksi