Hangatnya Silaturahmi dalam Balutan Takwa, Catatan Buka Puasa Bersama PWI Sultra

Hangatnya Silaturahmi dalam Balutan Takwa: Catatan Buka Puasa Bersama PWI Sultra
Hangatnya Silaturahmi dalam Balutan Takwa: Catatan Buka Puasa Bersama PWI Sultra

KENDARI, PETARUNGSULTRA.COM – Sore itu, suasana di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara terasa berbeda.

Tidak ada deru suara papan ketik yang memburu tenggat waktu atau diskusi panas mengenai isu terkini. Yang ada hanyalah tawa renyah dan sapaan hangat yang saling berbalas di antara para pemburu berita dan mitra kerja mereka.

Ketua PWI Sultra, Sarjono, berdiri di tengah ruangan dengan senyum merekah. Baginya, momen buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda tahunan atau seremonial belaka.

Ini adalah ruang jeda untuk merajut kembali benang-benang silaturahmi yang mungkin sempat merenggang akibat kesibukan rutinitas wartawan yang tak kenal waktu.

“Kegiatan ini merupakan niat baik kita semua untuk terus menyambung silaturahmi. Saya berterima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Sarjono dengan nada tulus saat memberikan sambutan.

Kehadiran para tokoh pers menambah kekhidmatan acara. Di tengah ruangan, tampak Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, berbincang akrab dengan para wartawan.

Sarjono bahkan sempat berkelakar menyebut Andi Syahrir sebagai “pengasuhnya pers”, sebuah pengakuan atas dukungan nyata pemerintah terhadap ekosistem media di Bumi Anoa.

Tak jauh dari sana, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Mastri Susilo, dan Kepala Dinas Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris Badara, turut membaur.

Kehadiran mereka seolah menegaskan bahwa di balik relasi profesional yang sering kali bersifat kritis, tetap ada ruang humanis untuk saling mengapresiasi dan berkolaborasi.

Sesaat sebelum azan Magrib berkumandang, suasana berubah menjadi lebih kontemplatif.

Muhammad Adhan, S.AP, pengurus MUI Sultra sekaligus Dai Wahdah Islamiyah, maju ke depan untuk memberikan tausiyah singkat.

Dalam balutan suasana yang tenang, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketakwaan di bulan suci, di mana setiap interaksi, termasuk melalui tulisan para wartawan, diharapkan membawa keberkahan dan kebenaran.

Sarjono sempat terhanyut dalam nostalgia, mengenang masa-masa awal saat para wartawan berkumpul dalam wadah yang jauh lebih sederhana dibanding saat ini.

Pertumbuhan PWI Sultra hingga sekarang, menurutnya, tidak lepas dari semangat kebersamaan yang terus dijaga, termasuk oleh organisasi sayap seperti Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) dan mitra seperti Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Ketika waktu berbuka tiba, doa bersama dipanjatkan dengan penuh khusyuk.

Segelas air dan takjil menjadi pembuka, diikuti dengan ramah tamah yang cair.

Di meja-meja makan, tidak ada lagi sekat antara pejabat dan kuli tinta. Semuanya larut dalam kehangatan persaudaraan, memperkuat tekad untuk terus bersinergi demi kemajuan Sulawesi Tenggara.

Malam itu, PWI Sultra tidak hanya mengenyangkan perut setelah seharian berpuasa, tetapi juga memberi nutrisi bagi jiwa melalui silaturahmi yang tulus dan penguatan ketakwaan yang nyata.

PUBLISHER: REDAKSI