
BUTON – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadan di Masjid Nurul Yakin, Kabupaten Buton, Jumat (6/3/2026).
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penyaluran bantuan strategis, terutama bagi sektor pertanian dan energi.
Kehadiran orang nomor satu di Bumi Anoa ini menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan program pembangunan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya para petani di pelosok daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur secara simbolis menyerahkan bantuan sektor pertanian dengan total nilai mencapai Rp2,1 miliar. Bantuan ini diproyeksikan untuk meningkatkan produktivitas serta memperkokoh ketahanan pangan di wilayah Buton.
Rincian bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan infrastruktur yang disalurkan meliputi mesin panen padi (combine harvester), 1 unit traktor roda empat dan 2 unit traktor roda dua, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk aksesibilitas lahan, dan bantuan pestisida guna mendukung pengendalian hama di lapangan.
Selain bantuan kedinasan, Andi Sumangerukka juga menyerahkan 150 paket sembako secara pribadi sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga yang membutuhkan selama bulan suci Ramadan.
Sektor energi juga menjadi fokus dalam kunjungan ini melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga tidak mampu. Program ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), Pemprov Sultra, dan Pemkab Buton.
Untuk tahun 2025, tercatat sebanyak 926 sambungan rumah tangga dialokasikan bagi warga Kabupaten Buton yang tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Pasarwajo: 315 rumah tangga, Siotapina: 217 rumah tangga, Lasalimu Selatan: 137 rumah tangga, Kapontori: 76 rumah tangga, Wabula: 75 rumah tangga, Lasalimu: 55 rumah tangga, dan Wolowa: 51 rumah tangga.
Gubernur berharap paket bantuan yang komprehensif—mulai dari alat pertanian, infrastruktur, hingga akses listrik—dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Buton.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan ekonomi warga, terutama para petani yang menjadi tulang punggung pangan kita,” ungkapnya.
Editor: Tim Redaksi