
KENDARI, PETARUNGSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan ASR Asmar Abadi untuk menyalurkan dana bantuan Beasiswa Sultra Cerdas 2026. Dari total 3.282 pendaftar yang masuk, sebanyak 150 mahasiswa terpilih berhasil lolos seleksi. Para penerima tersebut terdiri atas 50 penerima kategori S1 Umum, 50 S1 Prestasi, 30 jenjang S2, dan 20 jenjang S3.
Penyerahan beasiswa secara simbolis ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dengan didampingi Ketua Yayasan ASR Asmar Abadi, Arinta Andi Sumangerukka di Aula Merah Putih Rumah Jabatan (Rujab) Sultra pada Jumat (22/5/2026), kepada empat perwakilan mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3.
Keempat perwakilan penerima beasiswa tersebut adalah Dewi Ayu (Kabupaten Buton Tengah): Mahasiswa Jurusan Oseanografi Universitas Halu Oleo, kategori S1 Umum, Rizki Azizah Apriliyan (Kota Kendari): Mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Halu Oleo, kategori S1 Prestasi, Ayu Rezkistari Umirtun (Konawe Selatan): Mahasiswa Jurusan Manajemen Rumah Sakit Universitas Brawijaya, kategori S2, dan La Rangki (Kota Kendari): Mahasiswa Jurusan Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin, kategori S3.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kini menjadi fokus penting pembangunan daerah, terutama di tengah tantangan global dan keterbatasan fiskal daerah.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, melainkan harus ditopang oleh SDM yang unggul, berkarakter, inovatif, dan mampu bersaing. Pendidikan dinilai sebagai fondasi utama karena kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.
“Pendidikan harus menjadi prioritas bersama. Kita ingin memastikan putra-putri Sultra memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ucap Gubernur.
Lebih lanjut, Andi Sumangerukka menjelaskan, Pemprov Sultra terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi fiskal dan ketergantungan terhadap dana transfer pusat.
Oleh karena itu katanya, kolaborasi dengan lembaga sosial, dunia usaha, dan institusi pendidikan dinilai sangat krusial untuk memperluas jangkauan pelayanan pendidikan. Program Beasiswa Sultra Cerdas dari Yayasan ASR Asmar Abadi ini menjadi bentuk sinergi nyata bersama pemerintah provinsi.
Bagi Gubernur, program ini memiliki makna strategis karena tidak sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi wujud keberpihakan kepada generasi muda berprestasi yang memiliki semangat belajar tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Saya berharap dengan program Beasiswa Sultra Cerdas ini semakin banyak anak-anak Sultra yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi hingga jenjang sarjana, magister, sampai doktor,” harapnya.
Di akhir arahannya, Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai budaya bersama demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang lebih maju, aman, sejahtera, dan religius.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan ASR Asmar Abadi, Arinta Andi Sumangerukka, mengungkapkan, proses seleksi beasiswa ini dilakukan secara ketat dengan melibatkan tim akademisi. Hal ini dilakukan demi memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Arinta menambahkan, aspek penilaian seleksi didasarkan pada prestasi akademik, kesesuaian jurusan dengan kebutuhan pembangunan daerah, kondisi ekonomi keluarga, serta keterwakilan seluruh daerah di Sulawesi Tenggara.
“Kami ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa Sultra untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita,” katanya.
Melalui program ini, Arinta berharap Beasiswa Sultra Cerdas dapat mendorong lahirnya generasi muda Sultra yang mampu menjadi agen perubahan, sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah sesuai dengan bidang keilmuan mereka masing-masing.
Editor: Tim Redaksi