Peringati Hari Lahir Pancasila, Wagub Sultra Ajak Generasi Muda Jaga Jangkar Moral Bangsa

709017406_928772696843023_2061811652353863174
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara khidmat ini berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin pagi (1/6/2026). Foto: Diskominfo Sultra @2026

KENDARI, PETARUNGSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara khidmat ini berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin pagi (1/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Hugua, bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Sementara itu, pembacaan teks Pancasila dipercayakan kepada Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Adrian.

Saat menyampaikan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi, Wagub Hugua menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Hari Lahir Pancasila harus dimaknai sebagai momentum krusial untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur dasar negara.

“Pancasila adalah bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa Indonesia di tengah badai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamisnya geopolitik dunia,” ujar Hugua.

Ia juga menambahkan bahwa kemampuan Indonesia dalam merawat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan bukti autentik dari kesaktian nilai-nilai Pancasila.

Tidak hanya di dalam negeri, pidato tersebut juga menyoroti tanggung jawab konstitusional Indonesia di kancah internasional. Pancasila dinilai sukses menjadi fondasi kebijakan luar negeri yang bebas aktif.

Nilai musyawarah dan mufakat yang berakar dari Pancasila kini menjadi modal utama diplomasi Indonesia dalam menjembatani perbedaan sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Di akhir amanatnya, Hugua memberikan ajakan bernada menggugah yang ditujukan khusus kepada generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam keseharian. Ia juga mengingatkan seluruh elemen pemerintah agar memastikan setiap regulasi berpihak pada kemanusiaan dan keadilan.

“Saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.

Menutup rangkaian upacara, Hugua mengajak seluruh masyarakat Sultra dan Indonesia untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan. Ia optimis, dengan menjaga persatuan dan religiusitas, Indonesia akan terus berdiri tegak sebagai bangsa yang besar di mata dunia.

Editor: Tim Redaksi