
KONAWE, PETARUNGSULTRA.COM – Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema di Arena Eks STQ Unaaha, Kabupaten Konawe, resmi berakhir. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, secara resmi menutup perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2026, Minggu malam (28/6/2026).
Sebelumnya, syiar Islam yang diikuti oleh kafilah dari 17 kabupaten/kota se-Sultra ini dibuka secara resmi pada Selasa (23/6/2026) oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Muhammad Fadlansyah, yang hadir mewakili Gubernur.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa esensi dari MTQ bukan sekadar ajang perlombaan demi meraih gelar juara. Lebih dari itu, event dua tahunan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat syiar Islam, mempererat tali ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat yang mendalam terhadap Al-Qur’an.
“Malam ini kita menyaksikan bersama penutupan MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penutupan sebuah perlombaan, tetapi momentum syukur atas terselenggaranya syiar Islam yang telah menghadirkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucap Gubernur.
Sejak hari pertama pembukaan hingga malam penutupan, seluruh peserta dinilai telah menunjukkan kemampuan terbaik mereka di berbagai cabang yang dilombakan. Mulai dari tilawah, tahfiz, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Menurut Andi Sumangerukka, seluruh peserta sejatinya adalah pemenang karena telah mendedikasikan diri untuk menjaga dan memuliakan kalam ilahi.
“Saya dengar tadi diumumkan sekitar 300 peserta menjadi pemenang. Namun sesungguhnya, kalau saya lihat, semua peserta adalah pemenang. MTQ bukan hanya lomba untuk menjadi juara, tetapi bagaimana Al-Qur’an hidup di tengah-tengah masyarakat. MTQ adalah tentang membangun generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, membentuk karakter manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tolok ukur keberhasilan MTQ tidak boleh hanya dilihat dari kemeriahan acara atau membeludaknya jumlah peserta. Indikator kesuksesan yang hakiki adalah sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an mampu meresap dan membentuk perilaku, budaya, serta peradaban masyarakat Sultra.
Di sela-sela sambutannya, Gubernur mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Konawe dan seluruh lapisan masyarakat yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa bagi penyelenggaraan MTQ XXXI ini. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada LPTQ Provinsi Sultra, Kanwil Kemenag Sultra, panitia pelaksana, dewan hakim, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah bersinergi menjaga acara tetap aman, tertib, dan sukses.
Kepada para kafilah yang meraih prestasi terbaik, Gubernur berpesan untuk tidak cepat berpuas diri. Mereka diminta segera mematangkan persiapan karena akan mengemban amanah besar sebagai duta Sultra pada ajang MTQ Nasional XXXI yang dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada September 2026 mendatang.
Gubernur berharap, semangat MTQ ini tidak padam seiring ditutupnya acara, melainkan terus menjadi inspirasi dalam membangun generasi Qurani yang unggul, religius, dan berakhlak mulia, demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Kemeriahan malam penutupan ditutup dengan pengumuman jawara. Berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2026, tuan rumah Kabupaten Konawe sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum setelah mendominasi perolehan skor dengan total 645 poin.
Sementara itu, posisi runner-up atau peringkat kedua ditempati oleh Kabupaten Kolaka yang mengumpulkan 384 poin, disusul Kota Baubau di posisi ketiga dengan raihan 312 poin.
Editor: Tim Redaksi