
KONAWE UTARA, PETARUNGSULTRA.COM – Konawe Utara (Konut) punya cara pandang sendiri dalam melihat program dari Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM). Bupati Konut yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Konut, Safruddin menegaskan bahwa program ini tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau sekadar menjadi agenda seremonial belaka.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka rapat sosialisasi Program Kampung REDAM Kementerian HAM secara daring dari Aula Lantai I Anawaingguluri Kantor Bupati Konut, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini turut diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Azasi Manusia (HAM) Sulawesi Selatan Wilayah Kerja (Wilker) Sulawesi Tenggara, Daniel Rumsowek, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konut.
Di hadapan para peserta, Safruddin menekankan pentingnya menjadikan program ini sebagai fondasi kehidupan sosial sehari-hari di wilayah yang dianggapnya sebagai rumah bersama.
“Saya memandang Kampung REDAM bukan semata-mata sebagai sebuah nama atau program. Kampung REDAM harus menjadi sebuah budaya saling menghormati, budaya menyelesaikan masalah tanpa kekerasan, budaya menjaga persaudaraan, serta budaya menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak terjebak pada formalitas administratif semata. Implementasi di lapangan harus mampu menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga Konut.
“Saya berharap program ini nantinya tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan dan kegiatan seremonial. Kita ingin melihat manfaatnya hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Safruddin mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, unsur keamanan, hingga para pemangku kepentingan untuk bergerak bersama. Menurutnya, kerja sama lintas sektor adalah kunci utama agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
“Kolaborasi menjadi penting. Karena itu, mari kita bersama-sama mendukung program ini secara nyata demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.
Editor: Tim Redaksi