
KOLAKA UTARA, PETARUNGSULTRA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) resmi memulai penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi triwulan ketiga, yakni periode Juli, Agustus, dan September 2026. Peluncuran perdana program ini dilakukan langsung oleh Bupati Kolut, Nurrahman Umar, di Lapangan Aspirasi, Rabu (26/8/2026).
Acara pelepasan bantuan tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Kolut A. Nurhayani Nurrahman, jajaran unsur Forkopimda, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Surianingsih, para kepala perangkat daerah terkait, perwakilan Perum Bulog, serta para camat dan kepala desa.
Suasana semarak tampak saat empat unit truk pengangkut beras resmi diberangkatkan sebagai tanda dimulainya distribusi ke berbagai wilayah penerima. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan secara kolaboratif melalui kerja sama lintas sektor, yang melibatkan Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, hingga jajaran pemerintah kecamatan dan desa.
Bupati Kolut, Nurrahman Umar, menjelaskan bahwa program penyaluran bantuan pangan ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Hari ini secara resmi kita luncurkan penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat Kabupaten Kolaka Utara,” ucapnya.
Untuk alokasi tiga bulan sekaligus, total bantuan beras yang digelontorkan di wilayah Kolaka Utara mencapai 540,84 ton, dengan jumlah sasaran sebanyak 18.028 penerima. Setiap keluarga penerima manfaat berhak mendapatkan jatah 10 kilogram beras per bulan. Karena didistribusikan sekaligus untuk periode Juli hingga September, masing-masing penerima langsung membawa pulang 30 kilogram beras.
Bupati Nurrahman menegaskan bahwa basis data penerima bantuan ini merujuk pada data valid yang telah diverifikasi langsung oleh Kementerian Sosial. Guna menjaga akurasi penyaluran, ia meminta para camat dan kepala desa untuk aktif mengawal proses distribusi di lapangan.
“Kalau di lapangan ada penerima yang sudah meninggal atau sudah pindah dan belum terlaporkan, segera dikoordinasikan dan diperbarui datanya. Kita ingin bantuan ini tepat sasaran,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh pihak yang mengawal distribusi dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga bantuan tersebut benar-benar membawa keberkahan dan meringankan beban masyarakat yang berhak menerimanya.
“Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Distribusi Bertahap dan Stok Beras Aman
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Kolaka, Adriansyah, menjelaskan bahwa proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah-wilayah yang letak geografisnya cukup jauh dari gudang utama Bulog di Kolaka.
Pada tahap awal, pengiriman logistik difokuskan ke Kecamatan Pakue dengan volume sekitar 44 ton. Pendistribusian selanjutnya menyasar wilayah Tolala, Porehu, Batu Putih, Pakue Utara, dan Pakue Tengah, sebelum akhirnya menjangkau kecamatan-kecamatan lainnya di Kolut.
“Untuk yang jauh kita mulai lebih dulu karena berasnya diambil dari gudang Kolaka. Setelah itu baru kita lanjutkan ke wilayah lainnya,” kata Adriansyah.
Adriansyah juga memastikan bahwa ketersediaan stok beras di bawah naungan Bulog dalam kondisi sangat aman. Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog di wilayah Kolaka mencapai sekitar 20 ribu ton, sementara upaya penyerapan gabah petani lokal di berbagai daerah sentra produksi terus digencarkan.
Ia memaparkan bahwa Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) masih menjadi sentra produksi beras terbesar di kawasan Kolaka Raya, disusul oleh Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara. Khusus di Kolut, wilayah seperti Lantari Jaya dan Wawo dikenal sebagai sentra penghasil padi yang potensial, di mana Bulog selalu siap menyerap gabah petani setiap kali musim panen tiba.
Beras yang disalurkan merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berjenis medium. Melalui program ini, pemerintah berharap kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik sekaligus menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di daerah.
Editor: Tim Redaksi