Wabup Buton Syarifudin Saafa Sidak Apel Gabungan OPD

797694765_1085346953907222_7428550932202646576_n.
Suasana Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, memimpin inspeksi mendadak (sidak) dalam apel gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pelataran Tugu Nanas, Kompleks Perkantoran Takawa, Pasarwajo, Senin pagi (21/9/2026). Foto: Dinas Kominfo Buton @2026

BUTON, PETARUNGSULTRA.COM – Wakil Bupati (Wabup) Buton, Syarifudin Saafa, memimpin inspeksi mendadak (sidak) dalam apel gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pelataran Tugu Nanas, Kompleks Perkantoran Takawa, Pasarwajo, Senin pagi (21/9/2026).

Mewakili Bupati Buton, Syarifudin Saafa menegaskan bahwa kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) tidak sekadar soal kehadiran fisik dan ketepatan waktu. Lebih dari itu, disiplin mencakup kesungguhan mengemban tugas serta menjaga integritas sebagai abdi masyarakat.

“Kita jaga kedisiplinan. Bukan hanya menghargai waktu, tetapi melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga integritas,” ujar Syarifudin dengan nada tegas di hadapan para pegawai.

Ia menambahkan, tingkat kehadiran pegawai akan masuk ke dalam instrumen evaluasi kinerja secara berkala. Oleh karena itu, setiap aparatur diminta memiliki tanggung jawab penuh untuk hadir dan menuntaskan tugas pokoknya.

“Untuk minggu depan yang tidak hadir akan menjadi catatan,” tegasnya.

Selain kedisiplinan internal, Wabup juga mengimbau seluruh jajaran OPD agar meningkatkan kualitas pelayanan publik secara proaktif. ASN diminta peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak menunggu masalah datang, termasuk dalam hal menjaga kebersihan fasilitas kantor.

“Pelayanan di kantor kita harus proaktif. Kalau ada yang kotor, segera dibersihkan,” pintanya.

Di sektor pembangunan ekonomi daerah, Syarifudin mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya melalui penguatan investasi swasta. Menurutnya, meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap menjadi instrumen utama pembangunan, pertumbuhan ekonomi Buton harus didorong dengan menarik minat investor dan memangkas birokrasi yang berbelit.

“Kita membangun Buton pendekatannya APBD. Pertumbuhannya kita hadirkan swasta, dia melihat potensi dan berinvestasi. Karena itu kita memberikan kemudahan urusan bagi investor. Jangan dipersulit. Kalau bisa diselesaikan dalam satu jam, bisa diselesaikan,” paparnya.

Syarifudin menjelaskan, lonjakan investasi swasta diyakini mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah yang pada gilirannya bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dinilai krusial guna mengurangi tingkat ketergantungan fiskal daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kalau investasi tumbuh, pertumbuhan ekonomi akan tumbuh dan akan berdampak pada PAD. Karena kalau berharap dana transfer dari pusat, kita tidak akan berkembang,” tambahnya.

Menutup arahannya, Syarifudin mengajak seluruh aparatur pemerintah kabupaten untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga amanah, serta memastikan roda pelayanan pemerintahan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

“Bekerja dengan baik agar gaji kita berkah. Kita Buton yang religius, yang diberkahi oleh Allah SWT,” tutupnya.

Editor: Tim Redaksi