Bupati Alvin Duduk Bersama Forkopimda Bahas Kamtibmas Buton

825329791_1773534927232893_927703152975962821_n.
Pemkab Buton bersama Forkopimda bertemu dalam rangka merumuskan langkah strategis untuk menjaga Kamtibmas, Senin (28/9/2026). Foto: Istimewa

BUTON, PETARUNGSULTRA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat merumuskan langkah strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini diambil menyusul situasi di Kelurahan Takimpo dan Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Senin (28/9/2026).

Pertemuan penting tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Buton Mararusli Sihaji, Ketua Pengadilan Negeri Pasarwajo Ivan Budi Hartanto, serta sejumlah tokoh masyarakat dari kedua kelurahan, yakni La Jaruni dan La Landi dari Takimpo, serta La Diri dan La Juara dari Kombeli.

Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar situasi tetap kondusif dan segala persoalan dapat diselesaikan dengan baik.

“Saya harap kerja sama semua pihak. Saya juga harap pertemuan mancuana kita laksanakan dengan kondusif dan cerah untuk Buton yang lebih baik dan bersinar,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, menegaskan bahwa pemeliharaan Kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas kepolisian semata. Rasa aman yang tercipta akan menjadi fondasi penting bagi kelancaran aktivitas warga, termasuk sektor perekonomian dan pendidikan.

Pihak kepolisian sendiri langsung mengambil langkah cepat bersama para tokoh masyarakat Takimpo dan Kombeli pascainsiden agar masalah tidak meluas, termasuk memproses hukum pihak-pihak yang terbukti terlibat.

“Pengelolaan kamtibmas itu bukan hanya Polri, tapi milik kita bersama. Terciptanya rasa aman akan menciptakan perekonomian dan pendidikan bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Pemkab dan aparat gabungan menyiapkan sejumlah strategi konkret, seperti pembentukan Sistem Keamanan Lingkungan (Satkamling) yang melibatkan Polri, TNI, dan Satpol PP. Selain itu, penguatan penerangan lingkungan serta penanganan peredaran minuman keras turut menjadi fokus utama pengamanan wilayah. Kapolres juga mendorong para tokoh masyarakat untuk merumuskan kesepahaman bersama sekaligus mengoptimalkan peran hukum adat.

Dari unsur TNI, Dandim 1413 Buton, Letkol Inf. Yoni, mengingatkan agar setiap permasalahan yang muncul diselesaikan secara bersama-sama dan dicegah agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ia mengusulkan adanya kegiatan kolaboratif yang bisa merekatkan kembali hubungan warga Takimpo dan Kombeli, seperti ajang olahraga atau festival adat.

“Intinya dari kita diselesaikan. Salah satu solusi yaitu buat sebuah event kebersamaan seperti olahraga atau acara adat, sehingga ada kebersamaan. Munculkan dengan motivasi berprestasi,” sarannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Buton, La Ode Syamsudin, menambahkan bahwa pelibatan tokoh-tokoh utama dari kedua wilayah sangat krusial dalam proses penyelesaian ini. Pertemuan lanjutan rencananya akan diagendakan dengan menghadirkan para parabela atau tokoh sentral masyarakat secara langsung agar tercapai mufakat yang kuat.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Buton, Safarudin, melaporkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk menginvestigasi dan mendata rumah warga yang terdampak. Berdasarkan data sementara, terdapat 23 unit rumah yang mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp36 juta.

Melalui langkah kolaboratif ini, Pemkab Buton bersama Forkopimda terus berkomitmen mengedepankan pendekatan dialogis, komunikasi antar-tokoh, serta merawat kebersamaan demi keamanan dan kedamaian warga Takimpo dan Kombeli.

Editor: Tim Redaksi