Pemkab Konawe Utara Gelar Rapat Forkopimda, Ini yang Dibahas

836716068_3045343152480077_6682108343971152027_n.
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menggelar Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Kecamatan Langgikima, Senin (5/10/2026). Foto: Istimewa

KONAWE UTARA, PETARUNGSULTRA.COM  –  Konflik yang melibatkan PT Askon dan masyarakat Desa Matarape, Sulawesi Tengah, pada Jumat (2/10/2026) lalu langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut). Guna mengantisipasi meluasnya dampak gesekan tersebut ke wilayah perbatasan, Pemkab Konut menggelar Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Kecamatan Langgikima, Senin (5/10/2026).

Meskipun lokasi utama kejadian berada di wilayah Sulawesi Tengah, sebagian area operasional perusahaan tersebut bersinggungan langsung dengan kawasan perbatasan Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Kabupaten Konawe Utara. Kondisi inilah yang mendorong Pemkab Konut bergerak cepat agar situasi tetap terkendali dan tidak memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Konut, Ikbar, didampingi Wakil Bupati Abuhaera dan Wakil Ketua I DPRD Konawe Utara, I Made Tarabuana. Turut hadir pula jajaran Forkopimda Konut, para kepala OPD terkait, para camat dari Langgikima, Landawe, dan Wiwirano, serta para kepala desa, lurah, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Bupati Ikbar meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga para tokoh masyarakat, untuk bahu-membahu menjaga suasana agar tetap kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat Konut agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun isu yang berkembang pascakonflik di Desa Matarape.

Menurut Ikbar, pemerintah daerah bersama aparatur di tingkat bawah memiliki peran vital dalam meredam situasi di tengah masyarakat agar tidak berujung pada persoalan baru.

“Yang harus mengademkan suasana ini adalah kita pemerintah daerah, baik itu kecamatan maupun kepala desa dan lurah,”

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan sekadar tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Di hadapan para peserta rapat, Bupati Ikbar juga mengingatkan bahwa masyarakat Konawe Utara selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya Konasara. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk senantiasa mengedepankan semangat persaudaraan, menjaga ketenangan, serta menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Melalui langkah antisipatif ini, Pemkab Konawe Utara berharap situasi pascakonflik dapat segera pulih sepenuhnya, aman, serta tidak merembet ke wilayah lain, khususnya kawasan perbatasan antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Editor: Tim Redaksi