Sudirman Resmikan Masjid Al-Hafizh Kambu, Dorong Pusat Pemberdayaan Umat

d2c3a28e-f456-4ce1-8ce9-ce99c37fd6a4.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, meresmikan Masjid Al-Hafizh yang terletak di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Jumat (23/10/2026). Foto: Dinas Kominfo Kendari @2026

KENDARI, PETARUNGSULTRA.COM — Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, meresmikan Masjid Al-Hafizh yang terletak di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu. Rangkaian peresmian diawali dengan pelaksanaan salat Jumat berjemaah, penandatanganan prasasti, serta peninjauan langsung fasilitas bangunan masjid dua lantai tersebut, Jumat (23/10/2026).

Masjid yang dibangun di atas lahan wakaf dari Haji La Isa dan dikelola oleh Yayasan Sahabat Muadz Indonesia ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat ibadah, melainkan juga berfungsi sebagai pusat pembinaan keagamaan, pemberdayaan umat, serta penguatan karakter masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sudirman menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Yayasan Sahabat Muadz Indonesia, para dermawan, panitia pembangunan, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi mewujudkan pembangunan masjid tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Kendari dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi, baik pikiran, tenaga maupun materi,” ujar Wawali Sudirman.

Ia menegaskan, kehadiran fasilitas keagamaan ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Kendari yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga seimbang dengan pembentukan mental, spiritual, serta akhlak masyarakat.

Sudirman menambahkan, masjid memiliki peran strategis dalam membangun peradaban umat. Oleh karena itu, Masjid Al-Hafizh diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan generasi muda agar mencintai Al-Qur’an, menjaga akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan tumbuh dengan akhlak mulia.

Selain itu, masjid ini juga diproyeksikan sebagai ruang silaturahmi, musyawarah, dan pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat luas bagi warga sekitar.

“Tugas kita bersama setelah peresmian ini adalah memakmurkannya. Jangan biarkan masjid ini indah secara fisik, tetapi sepi dari jemaah dan aktivitas keagamaan,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Sahabat Muadz Indonesia, Zezen Zaenal Mursalin, menjelaskan bahwa Masjid Al-Hafizh dirancang dengan konsep mandiri. Lantai pertama bangunan dimanfaatkan sebagai area usaha, sementara lantai kedua difungsikan sebagai ruang utama salat.

“Fasilitas usaha tersebut disiapkan sebagai bagian dari konsep wakaf center. Hasil usaha diharapkan dapat digunakan kembali untuk membiayai kebutuhan dan memakmurkan masjid, sehingga pengelolaannya tidak terus bergantung pada sumbangan masyarakat,” ungkapnya.

Zezen juga menyebutkan bahwa masjid ini menyediakan fasilitas khusus yang ramah bagi jemaah perempuan, termasuk ruang salat, area kajian, serta fasilitas wudu dan toilet yang representatif.

Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, serta Lurah Kambu.

Editor: Tim Redaksi