Kendari 3 Tahun Tanpa Adipura, Wali Kota Siska Instruksikan OPD Bersiap

8fffc82f3122.
Rapat persiapan penilaian Adipura di Aula Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, beberapa hari lalu. Foto: Dinas Kominfo Kendari @2026

KENDARI, PETARUNGSULTRA.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai mempermantap persiapan menghadapi penilaian Adipura 2026. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, secara tegas menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta Forkopimda untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengambil peran aktif di lapangan.

Arahan tersebut disampaikan Siska saat memimpin rapat persiapan penilaian Adipura di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, beberapa hari lalu.

Dalam arahannya, Siska menekankan bahwa upaya meraih kembali piala Adipura bukan sekadar tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata, melainkan tugas bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Setiap OPD diminta memahami secara detail lokasi tugas, indikator penilaian, serta tanggung jawab masing-masing agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Jangan kita mau bekerja sendiri atau hanya mau tahu sendiri. Kita harus kompak dan berkolaborasi. Kalau semua bergerak bersama, hasilnya juga akan lebih baik,” tegas Siska.

Sejumlah objek penting turut menjadi fokus pengawasan dalam penilaian tahun ini, mulai dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), terminal, pasar, taman, hingga kawasan permukiman dan perkantoran.

Khusus untuk fasilitas pasar, Siska mengingatkan agar pengelola tidak hanya memerhatikan kebersihan lingkungan fisik. Aspek lain seperti kondisi selokan, kios, lorong pasar, manajemen pengelolaan sampah, ketersediaan fasilitas penunjang, hingga tingkat partisipasi pedagang turut menjadi komponen krusial yang dinilai.

Selain itu, kawasan permukiman juga menjadi perhatian utama karena memiliki bobot penilaian yang tinggi, yakni mencapai 24 persen dengan 11 kawasan perumahan yang ditetapkan sebagai lokus penilaian. Kendati demikian, Siska mengimbau agar gerakan kebersihan tidak hanya terpusat pada titik-titik yang masuk dalam daftar peninjauan saja.

Diketahui, Kota Kendari telah tiga tahun terakhir tidak menerima penghargaan Adipura. Situasi ini, kata Siska, harus dijadikan pelecut semangat bagi seluruh jajaran birokrasi untuk berbenah secara total dalam meningkatkan kualitas kebersihan serta penataan lingkungan perkotaan.

Siska menginstruksikan seluruh penanggung jawab wilayah agar benar-benar memahami dan menghafal indikator penilaian serta lokasi tugasnya masing-masing. Langkah proaktif ini dinilai penting agar penanganan masalah kebersihan dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus menunggu instruksi lanjutan atau melakukan pembenahan secara mendadak saat tim penilai turun ke lapangan.

Meski target utamanya adalah mengembalikan piala Adipura ke Kota Kendari, Siska menekankan bahwa esensi terpenting dari gerakan ini adalah membangun kesadaran kolektif serta budaya hidup bersih yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Kendari harus bersih, bersih, dan bersih. Jangan hanya ketika ada penilaian kita ramai-ramai turun membersihkan, tetapi setelah itu kembali kotor. Kebersihan harus menjadi kebiasaan, ada atau tidak ada penilaian,” pungkasnya.

Editor: Tim Redaksi