Digitalisasi Penganggaran, Pemkot Kendari Latih Perangkat Daerah Gunakan Aplikasi SSH 2027

SSH
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kendari mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Standar Harga Satuan (SSH) Tahun 2027 di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (2/3/2026). Foto: Diskominfo Kendari @2026

KENDARI –Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi memulai langkah transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal ini ditandai dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Standar Harga Satuan (SSH) Tahun 2027 di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (2/3/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (2–3 Maret 2026) ini bertujuan untuk mensosialisasikan sekaligus melatih seluruh perangkat daerah dalam mengoperasikan basis data digital SSH. Langkah ini guna mendukung penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Kendari Tahun 2027 agar lebih akuntabel dan tepat waktu.

Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kendari, Roy Roman, mengatakan, SSH merupakan instrumen vital dalam menentukan ketepatan perencanaan anggaran. Dengan beralih ke sistem aplikasi, Pemkot Kendari berkomitmen meningkatkan efisiensi dan transparansi.

“Selama dua hari ke depan, peserta akan melakukan praktik langsung pengaplikasian SSH yang akan digunakan pada tahun-tahun mendatang. Kami ingin memastikan proses penganggaran berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Roy.

Ia berharap seluruh perangkat daerah mampu mengimplementasikan sistem baru ini secara optimal demi meningkatkan kualitas tata kelola keuangan di lingkungan Pemkot Kendari.

Penyusunan SSH kali ini melibatkan pemateri dari Swasaba Research Initiative (SRI) Yogyakarta sebagai mitra strategis. Perwakilan SRI, Awaluddin, L., S.E., M.Si., menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan upaya memutus rantai birokrasi manual yang selama ini dinilai kurang efektif.

“Selama ini pengusulan dilakukan manual lewat WhatsApp atau email. Ke depan, semua terintegrasi dalam satu sistem digital. Mulai dari pengusulan hingga status persetujuan bisa dipantau secara real-time,” jelas Awaluddin.

Awaludin menyebutkan bahwa standar harga yang disusun meliputi beberapa komponen penting, yaitu Standar Harga Satuan (SSH, Harga Satuan Biaya Khusus (HSBK), Analisis Standar Belanja (ASB), dan Standar Biaya Umum (SBU).

Melalui digitalisasi ini, Pemkot Kendari optimistis penyusunan anggaran akan menjadi lebih sistematis, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah di masa depan.

Editor: Tim Redaksi