Pemkot Kendari Bahas Hibah Lahan Terminal Multipurpose Bungkutoko

Hibah
Pemerintah Kota Kendari menggelar rapat koordinasi terkait hibah lahan untuk pengembangan Terminal Multipurpose Bungkutoko sebagaimana permohonan dari Kepala Kantor KSOP Kelas II. Foto: Dinas Kominfo Kendari @2026

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai mematangkan rencana hibah lahan untuk pengembangan Terminal Multipurpose Bungkutoko. Langkah ini diawali dengan Rapat Koordinasi (Rakor) guna menindaklanjuti permohonan Kepala Kantor KSOP Kelas II Kendari terkait lahan seluas kurang lebih 37.000 meter persegi.

Rapat yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Rabu (4/3/2026) ini menjadi bentuk respons cepat Pemkot terhadap surat permohonan Nomor AL.203/30/13/KSOP.Kdi/2025.

Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur transportasi laut di kawasan Bungkutoko sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Lahan yang diusulkan tersebut direncanakan untuk memperluas kapasitas bongkar muat serta fasilitas penumpang.

“Pemerintah Kota pada prinsipnya sangat mendukung penuh pengembangan sektor kepelabuhanan ini, karena Terminal Multipurpose Bungkutoko adalah urat nadi logistik kita. Namun, saya tegaskan bahwa seluruh proses hibah harus berjalan di atas rel aturan yang berlaku. Kita harus teliti dalam kajian administrasi, aset, maupun aspek hukumnya agar tidak ada kendala di kemudian hari,” ujar Amir Hasan saat memimpin rapat.

Ia juga menambahkan, transparansi dalam pengelolaan aset daerah adalah harga mati. Oleh karena itu, verifikasi data dan peninjauan dokumen pendukung harus melibatkan seluruh instansi terkait agar sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Sebagai tindak lanjut, Pemkot dan KSOP Kelas II Kendari sepakat untuk membentuk tim teknis khusus. Tim ini nantinya akan bertugas melakukan validasi lapangan dan memastikan status lahan bebas dari sengketa sebelum proses hibah difinalisasi.

Diharapkan, optimalisasi Terminal Bungkutoko ini mampu memperlancar distribusi barang dan menekan biaya logistik, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra).

Editor: Tim Redaksi