
KENDARI – Aroma kegembiraan menyeruak di sepanjang jalur utama kawasan MTQ Kendari, Jumat (24/4/2026). Ribuan warga dari berbagai sudut daerah tumpah ruah ke jalan, menciptakan lautan manusia yang antusias menyaksikan gelaran Pawai Budaya dan Lulo Massal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Mengusung tema strategis “Produktif untuk Sultra Sejahtera”, momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggung unjuk kekayaan identitas Bumi Anoa yang memukau mata.
Arak-arakan dimulai dari titik start di UPTD Museum dan Taman Budaya Sulawesi Tenggara. Sepanjang rute menuju Venue Utama MTQ, masyarakat disuguhkan pemandangan spektakuler.
Mulai dari deretan pakaian adat yang megah, tarian tradisional yang enerjik, hingga alunan musik dari marching band SMA Negeri 4 Kendari dan SMAN 13 Konawe Selatan yang memecah suasana.
Pawai ini secara resmi dilepas oleh Plh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Muhammad Fadlansyah.
“Pawai budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara secara resmi saya nyatakan dilepas,” ucapnya mantap, menandai dimulainya parade keragaman tersebut.
Di tribun utama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, tampak hadir langsung didampingi Ketua TP PKK Sultra. Kehadiran orang nomor satu di Sultra ini didampingi pula oleh Ketua DPRD Sultra, unsur Forkopimda, serta jajaran bupati dan wali kota se-Sultra.
Gubernur tak henti-hentinya memberikan apresiasi dan lambaian tangan hangat kepada para peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Paskibraka, Polri, Marching Band, Bank Indonesia, PKK, Dekranasda, BKMT, hingga DPP Akari Sultra, Kelompok Tamalaki, Putra-Putri Pariwisata, serta para pelaku UMKM yang ikut memeriahkan suasana.
Sebagai penutup yang manis sekaligus emosional, ribuan peserta dan warga menyatukan langkah dalam Lulo Massal. Tarian persahabatan khas Sultra ini memenuhi kawasan MTQ, melambangkan solidaritas tanpa sekat antar-kabupaten dan kota.
Gerakan tangan yang saling bertautan dalam irama lulo menjadi simbol nyata dari visi kesejahteraan yang ingin dicapai Sultra di usianya yang ke-62. Acara bertajuk “Harmoni Sultra” ini sukses mempertegas bahwa di tengah modernisasi, nilai-nilai kearifan lokal tetap menjadi akar yang memperkuat identitas masyarakat Sultra.
Editor: Tim Redaksi