
KONAWE SELATAN – Debu dan jalan terjal yang selama ini menjadi “teman akrab” warga Desa Puunangga, Kecamatan Lalembuu, tampaknya akan segera menjadi cerita lama. Pada Sabtu (2/5/2026), Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, turun langsung meninjau kondisi riil infrastruktur di wilayah tersebut guna menjawab keluhan masyarakat yang telah menahun.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi ekonomi bagi warga Konawe Selatan (Konsel). Kondisinya yang memprihatinkan selama ini dianggap menjadi penghambat utama mobilitas warga dan distribusi hasil bumi.
Menyadari strategisnya jalur ini, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan, penanganan tidak boleh dilakukan setengah hati. Peninjauan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk memastikan pembangunan berjalan menyeluruh.
“Pekerjaan ini harus kita pastikan tuntas tahun ini, karena ini menyangkut akses vital masyarakat,” tegas Gubernur di sela-sela peninjauannya.
Dalam instruksinya, Gubernur menekankan bahwa proyek ini merupakan satu kesatuan paket pekerjaan yang komprehensif. Fokus pemerintah tidak hanya terpaku pada pengaspalan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan jembatan, peningkatan kualitas jalan, dan sistem drainase.
Demi memastikan target tersebut tercapai, Gubernur menginstruksikan Bappeda Sultra untuk mengawal ketat seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga eksekusi akhir di lapangan.
Ia juga menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan pembangunan ini terletak pada sinergi. Ia mendorong kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Konsel, hingga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra.
“Kita dorong kolaborasi agar hasilnya maksimal. Semua pihak harus bergerak beriringan agar pelaksanaan pekerjaan efektif dan tepat waktu,” tambahnya.
Editor: Tim Redaksi