Dari 771 Unit, 75 Koperasi Merah Putih di Sultra Resmi Beroperasi

700679790_915496038170689_19031119711499536_n
Guberur Sultra, Andi Sumangerukka mengikuti mengikuti lauching nasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih secara virtual yang dipusatkan di Terminal Baruga, Kota Kendari, Sabtu (16/5/2026). Foto: Diskominfo Sultra @2026

KENDARI — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai memperkuat pelayanan kebutuhan masyarakat melalui operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini disiapkan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus motor penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan.

KDKMP sendiri diresmikan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Pusat kegiatan nasional berlangsung di Koperasi Desa Merah Putih Nglawak, Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, di mana Presiden meresmikan operasionalisasi tersebut secara nasional dengan menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya program.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi modern. Nantinya, koperasi-koperasi ini akan terintegrasi langsung dengan sistem logistik, distribusi pangan, pergudangan, hingga pelayanan kebutuhan masyarakat.

Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumagerukka mengatakan bahwa Sultra menjadi salah satu daerah yang bergerak cepat dalam pembangunan KDKMP tersebut.

“Jadi hari ini adalah peresmian Koperasi Merah Putih oleh Presiden. Jumlah seluruhnya 1.061 koperasi. Nah, di Sultra yang sudah operasional dan sudah seperti ini ada 75 koperasi. Dari total yang sedang berproses sebanyak 771 unit, 75 di antaranya sudah 100 persen,” ucapnya seusai mengikuti lauching nasional KDKMP secara virtual yang dipusatkan di Terminal Baruga, Kota Kendari, Sabtu (16/5/2026).

Andi Sumagerukka menjelaskan, KDKMP nantinya akan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat di desa dan kelurahan. Dalam waktu dekat, pemerintah pusat juga akan mulai menyalurkan pasokan sembako ke koperasi yang telah siap beroperasi.

“Sekarang tinggal tahap pengisian. Nantinya kebutuhan sembako akan didistribusikan dari pusat melalui koperasi untuk membantu masyarakat,” katanya.

Meski begitu, Gubernur tidak menampik bahwa proses pembangunan koperasi di beberapa wilayah sempat menghadapi kendala keterbatasan aset dan lahan. Namun, persoalan tersebut dapat diatasi melalui dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dengan menyiapkan aset yang dapat dimanfaatkan untuk operasional koperasi.

Guna memastikan manfaatnya segera dirasakan masyarakat, Pemerintah daerah juga terus mempercepat penyelesaian koperasi yang masih dalam tahap pembangunan agar seluruhnya dapat segera berfungsi optimal.

“Insya Allah pada minggu kedua Juli sudah terisi semua,” ujar Gubernur singkat.

Secara keseluruhan, komitmen pengembangan program ini terbilang besar. Jumlah KDKMP yang akan dibangun di Sultra ditargetkan mencapai 2.273 unit yang tersebar di Bumi Anoa.

Editor: Tim Redaksi