Saat Cerita Rakyat Sultra Hidup di Bibir Generasi Z Kota Kendari

Foto_Bersama_Pembukaan_Lomba_Literasi_Kendari
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Kendari Tahun 2026, sebuah ajang yang dijadwalkan berlangsung maraton hingga 25 Mei mendatang. Foto: Dinas Kominfo Kendari @2026

KENDARI – Suasana Aula Samaturu Balai Kota Kendari mendadak riuh oleh antusiasme wajah-wajah belia, Selasa (19/5/2026). Puluhan siswa sekolah dasar berkumpul, siap unjuk kebolehan dalam merajut kata, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Kendari Tahun 2026, sebuah ajang yang dijadwalkan berlangsung maraton hingga 25 Mei mendatang.

Membuka kegiatan tersebut, Pelaksana harian (Plh) Sekda Kota Kendari, Abdul Manas, yang hadir membacakan sambutan tertulis Wali Kota Kendari mengatakan bahwa agenda ini bukan sekadar mengejar piala. Lebih dari itu, lomba bertutur merupakan wadah krusial untuk memupuk cinta literasi sejak dini, terutama dalam memahami kekayaan cerita rakyat dan kearifan lokal.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak kita tidak hanya belajar berbicara di depan umum, tetapi juga mengasah imajinasi, keberanian, serta kemampuan menyampaikan pesan secara kreatif dan inspiratif,” ucap Abdul Manas menekankan pentingnya mentalitas anak-anak.

Manas melanjutkan, budaya bertutur adalah warisan luhur bangsa yang sarat akan nilai moral dan pembentukan karakter. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berkomitmen penuh mendukung ruang-ruang kreatif seperti ini demi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, sekaligus memiliki daya saing tinggi. Kepada para peserta, ia menitipkan pesan agar kompetisi ini dijadikan batu loncatan untuk terus belajar tanpa melupakan rasa percaya diri.

Di lokasi yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari, M. Akrim Kurdin, menguraikan bahwa perlombaan ini merupakan langkah konkret daerah dalam mendukung gerakan pembudayaan membaca yang digelorakan oleh Perpustakaan Nasional RI.

“Kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi bakat, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendekatkan anak-anak kepada buku, khususnya buku cerita rakyat, legenda, dan sejarah kepahlawanan lokal Sulawesi Tenggara,” jelas Akrim Kurdin.

Lewat langkah ini, diharapkan kegemaran membaca anak-anak semakin terstimulasi. Buku-buku sejarah dan kebudayaan lokal tidak lagi berdebu di rak, melainkan populer dan hidup di kalangan generasi muda sebagai teladan moral.

Mengangkat tema “Menumbuhkan Generasi Berkarakter Melalui Kegemaran Membaca dan Bertutur”, ajang tahun ini berhasil memikat 43 peserta. Mereka merupakan representasi siswa-siswi kelas 4 dan 5 dari berbagai SD dan Madrasah Ibtidaiyah di penjuru Kota Kendari.

Minat yang tinggi ini sejatinya sudah terlihat sejak masa pendaftaran daring dan luring yang dibuka dari 16 April hingga 18 Mei lalu. Selepas seremoni pembukaan, rangkaian unjuk bakat akan digulirkan di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Kota Kendari.

Untuk menjaga objektivitas, panitia menggandeng tim juri yang berkompeten di bidangnya, mulai dari Bunda Literasi Kota Kendari, perwakilan komunitas literasi, hingga kalangan akademisi sekaligus penggiat literasi.

Tak tanggung-tanggung, apresiasi tinggi telah menanti para pemenang. Panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp16.500.000, lengkap dengan piagam dan piala untuk enam peserta terbaik. Tak hanya materi, sang juara pertama nantinya akan mengemban misi besar: memegang tiket emas untuk mewakili Kota Kendari di ajang Lomba Bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Redaksi: Tim Redaksi