Buka Musrenbang Regional 2026, Gubernur Sultra Beberkan Potensi Besar Pulau Sulawesi

720823188_937990149254611_5975560719450580188_
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumagerukka menyampaikan kata sambutan membuka Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Sulawesi Tahun 2026 resmi digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (11/6/2026). Foto: Dinas Kominfo Sultra @2026

KENDARI, PETARUNGSULTRA.COM – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Sulawesi Tahun 2026 resmi digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (11/6/2026). Acara strategis ini dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumagerukka.

Dalam kata sambutannya, Gubernur menyatakan bahwa, forum Musrenbang Regional Sulawesi merupakan wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan arah pembangunan kawasan Sulawesi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.”

Pada tahun ini, Musrenbang Regional Sulawesi mengusung tema Akselerasi Pembangunan Berkualitas yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Hilirisasi, Konektivitas, dan Pariwisata untuk Kemajuan Regional Sulawesi.

Menurut Gubernur, “tema tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Sulawesi.”

Lebih lanjut, Andi Sumagerukka memaparkan kekayaan geo-ekonomi yang dimiliki oleh jazirah Celebes. Ia menegaskan, “Pulau Sulawesi memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, kelautan dan perikanan, serta pariwisata.”

Oleh karena itu, penerapan kebijakan hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil sumber daya alam sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pembangunan konektivitas antarwilayah juga perlu terus ditingkatkan guna memperlancar arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat serta mengurangi kesenjangan pembangunan antar daerah.

Di sisi lain, dalam hal modernisasi pelayanan, Gubernur juga menekankan, “pentingnya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan daerah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik.”

Sementara itu untuk sektor pariwisata, ia berharap sektor ini harus terus dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Namun, pengembangannya harus tetap menjaga kelestarian lingkungan, kearifan lokal, dan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama pembangunan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur berharap forum Musrenbang mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang konkret, implementatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di kawasan Sulawesi guna mewujudkan wilayah yang maju, inklusif, dan berdaya saing.

Editor: Tim Redaksi