Kendari Matangkan Konsep Smart City, Pelayanan Publik Berbasis Teknologi

Rapat_Pemantapan_Smart_City
Rapat koordinasi konsep smart city yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Rabu (19/8/2026). Foto: Dinas Kominfo Kendari @2026

KENDARI, PETARUNGSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus mengakselerasi penerapan konsep smart city. Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kesiapan ini dimatangkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, pada Rabu (19/8/2026).

Di era yang serba cepat ini, Siska Karina Imran menilai bahwa transformasi menuju smart city bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan pembangunan perkotaan yang kian kompleks.

Siska menegaskan, pemerintah daerah harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi agar pelayanan publik dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

“Smart city bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” tegas Siska.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi digital ini tidak hanya bertumpu pada kecanggihan perangkat, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, peningkatan kapasitas aparatur Pemkot Kendari menjadi fokus yang tak terpisahkan dalam agenda ini.

Siska juga menyoroti pentingnya tata kelola data yang akurat dan terintegrasi. Menurutnya, data yang valid adalah kunci bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran, sehingga program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Siska berharap seluruh jajaran Pemkot Kendari memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan pemerintahan berbasis teknologi dan data.

“Yang kita inginkan adalah pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan tepat. Teknologi harus menjadi sarana untuk mewujudkan hal tersebut,” harapnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Cartenz Technology Indonesia, Zainal Arifin, memberikan pandangannya terkait tantangan teknis dalam penerapan ini. Menurutnya, membangun smart city memerlukan pendekatan komprehensif, mulai dari infrastruktur, integrasi sistem, hingga aspek keamanan data.

Zainal menjelaskan, sistem pelayanan yang terintegrasi akan membantu pemerintah dalam meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mengurangi proses yang berulang dalam pelayanan administrasi.

“Teknologi harus dibangun dengan konsep integrasi. Data dari berbagai perangkat daerah harus dapat dimanfaatkan bersama sehingga menghasilkan informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan,” jelas Zainal.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan visi ini sangat bergantung pada komitmen kolaboratif di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokusnya bukan sekadar mengadopsi teknologi, melainkan bagaimana setiap unit mampu mengelola dan mengoptimalkan data secara berkelanjutan.

Ke depan, penerapan smart city diharapkan mampu menciptakan pola kerja birokrasi yang lebih responsif. Tak hanya menyentuh sektor administrasi, konsep ini juga diproyeksikan merambah ke berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pengelolaan transportasi.

Sebagai pamungkas, Pemkot Kendari berkomitmen untuk terus merangkul berbagai pihak, mulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini menjadi kunci agar smart city tidak sekadar menjadi program pemerintah, melainkan sebuah ekosistem digital yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Kendari.

Editor: Tim Redaksi