
KENDARI, PETARUNGSULTRA.COM — Kawasan pertanian di Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, kembali menjadi pusat perhatian setelah sukses melaksanakan panen padi di tengah tantangan cuaca musim kemarau.
Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, yang hadir langsung di lokasi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap ketangguhan para petani sekaligus memuji langkah sigap Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam menjaga keberlangsungan lumbung pangan tersebut.
Di sela-sela kegiatan panen, Laode Muhammad Inarto menegaskan bahwa kunjungan legislatif ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sektor pertanian lokal yang menjadi urat nadi daerah.
“Kehadiran kami di sini adalah bukti perhatian DPRD terhadap sektor pertanian. Amohalo bukan sekadar hamparan sawah, melainkan aset strategis dan penopang ketahanan pangan warga Kota Kendari yang wajib kita jaga bersama,” ucapnya, Senin (28/9/2026).
Lebih lanjut, ia berkomitmen bahwa DPRD Kota Kendari melalui tiga fungsi utamanya—yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan—akan terus mengawal setiap kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan pangan jangka panjang.
“Kami memastikan setiap anggaran dan kebijakan yang disusun benar-benar menyentuh kebutuhan nyata petani di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, memaparkan kondisi riil di lapangan. Kawasan persawahan Amohalo sendiri memiliki luas total sekitar 330 hektare. Namun, pada musim tanam kedua ini, para petani harus menghadapi ujian berat akibat ancaman kekeringan.
Dari total 320 hektare lahan yang terdampak, rinciannya mencakup 200 hektare mengalami kekeringan ringan, 40 hektare kategori sedang, 32 hektare berat, dan 10 hektare dilaporkan mengalami gagal panen (puso).
Meski dihadapkan pada keterbatasan pasokan air yang signifikan, upaya penyelamatan lahan berhasil dilakukan. Dukungan krusial berupa pengerahan mobil pompa air dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tenggara menjadi penyelamat utama, sehingga sebagian besar petani tetap dapat menikmati hasil panen mereka tahun ini.
Editor: Tim Redaksi