Gunungan Sampah di Perdos Kambu Resahkan Warga, Aroma Tak Sedap ‘Menyengat’ Hingga ke Rumah

Gundungan sampah, jalan merpati 2

KENDARI – TEGAS.CO – 2/1/2026 – Warga di Jalan Merpati 2, kawasan Perdos, Kelurahan Kambu, Kota Kendari, kini harus berakrab ria dengan pemandangan dan aroma yang tak diinginkan. Tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung di pinggir jalan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengancam kesehatan masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah yang terdiri dari sisa makanan, limbah plastik, hingga kardus tersebut dibiarkan terbuka begitu saja di dekat area permukiman dan kos-kosan mahasiswa. Kondisi ini kian memburuk saat siang hari; terik matahari membuat proses pembusukan lebih cepat dan menyebarkan bau menyengat ke seluruh penjuru jalan.

Dampak Ekonomi dan Kesehatan

Keresahan ini bukan tanpa alasan.

Seorang pedagang kecil yang berjualan tepat di sekitar lokasi mengaku omzetnya menurun drastis akibat tumpukan sampah tersebut.

“Kalau sudah siang, baunya makin kuat. Pembeli jadi enggan singgah dan lebih memilih cepat-cepat pergi karena tidak tahan aromanya,” keluhnya kepada tim redaksi.

Selain dampak ekonomi, ancaman kesehatan juga menghantui warga. Munculnya lalat dalam jumlah besar dan potensi penyebaran penyakit membuat para orang tua khawatir, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di area tersebut. Saat hujan turun, masalah bertambah pelik karena sampah yang meluap menyumbat drainase dan memicu genangan air yang kotor.

Lemahnya Tata Kelola Sampah

Masalah di Jalan Merpati 2 ini menjadi potret nyata lemahnya sistem pengelolaan sampah di kawasan padat penduduk Kota Kendari.

Minimnya fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) serta jadwal pengangkutan yang tidak menentu disinyalir menjadi akar permasalahan.

Sejauh ini, warga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah kota melalui dinas terkait untuk:

Menormalisasi frekuensi pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan berhari-hari.

Penyediaan bak sampah kolektif yang lebih layak dan tertutup.

Edukasi berkelanjutan bagi warga dan mahasiswa penghuni kos mengenai jadwal pembuangan sampah.

Butuh Sinergi Nyata

Persoalan sampah di Perdos Kambu bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan hak warga untuk mendapatkan lingkungan hidup yang layak dan sehat.

Tanpa adanya kolaborasi antara ketegasan pemerintah dalam menyediakan fasilitas dan disiplin masyarakat dalam membuang sampah, pemandangan “gunungan limbah” ini dikhawatirkan akan terus menjadi potret buram wajah ibu kota provinsi.

 

 

PENULIS : NUR AIN RAHA (C1D323111) 

                   NUR AZIZA (C1D323112) 

                   OLIVIA (C1D323113) 

           PUTRI AYU WARDANI (C1D323115)

 

Editor : Riski Apriabi

Publisher : Riski Apriabi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *