
KENDARI, TEGAS.CO – MINGGU, 4/1/2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat terkait fenomena penumpukan sampah yang meluber di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah memastikan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan unsur kesengajaan, melainkan dampak dari akumulasi sejumlah kendala teknis yang terjadi secara bersamaan di awal tahun.
Transisi Kewenangan dan Adaptasi Lapangan
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama keterlambatan pengangkutan adalah adanya proses transisi kewenangan. Saat ini, pengelolaan kebersihan dialihkan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) langsung ke pihak pemerintah kecamatan.
“Peralihan tanggung jawab ke kecamatan tentu membutuhkan masa adaptasi. Petugas teknis di lapangan saat ini masih melakukan penyesuaian pola kerja dan sistem pengangkutan yang baru,” ujar Sahuriyanto dalam keterangan persnya.
Tiga Faktor Pemicu Penumpukan Sampah
Berdasarkan keterangan resmi, terdapat tiga masalah mendasar yang saling berkaitan:
Peralihan Regulasi: Adaptasi sistem kerja baru dari DLHK ke tingkat Kecamatan yang masih dalam tahap sinkronisasi.
Kendala Logistik (BBM): Adanya hambatan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk armada truk sampah. Hal ini merupakan dampak dari siklus administrasi awal tahun anggaran yang masih dalam proses penyelesaian.
Kurangnya Personel Pasca-Libur: Momen libur Tahun Baru membuat jumlah petugas di lapangan berkurang, sementara volume sampah rumah tangga justru meningkat drastis.
Komitmen Percepatan Penanganan
Sahuriyanto menegaskan bahwa Pemkot Kendari tidak tinggal diam. Saat ini, koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus dipacu untuk mempercepat penyelesaian kendala administrasi logistik.
“Ketersediaan BBM sedang kami kebut penyelesaiannya. Kami memohon pengertian masyarakat karena petugas kami juga manusiawi yang mengambil waktu libur tahun baru, namun kami pastikan pelayanan akan segera kembali normal,” tutupnya.
PUBLISHER : Riski Apriabi
