Jalan Menuju Lapas Perempuan Kendari Rusak Parah, Wakil Wali Kota Janji Prioritaskan Perbaikan

Kota Kendari
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman menerima audiensi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari. Nurul Kiptiyah, Selasa (20/1/2026). Foto: Diskominfo kendari @2026

KENDARI Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Kendari untuk membahas sejumlah permasalahan infrastruktur yang mendesak. Kedatangan rombongan ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026).

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Nurul Kiptiyah mengungkapkan, persoalan yang paling krusial saat ini adalah kondisi akses jalan menuju kawasan Lapas Perempuan dan Lapas Anak di Nanga-Nanga. Jalan tersebut mengalami kerusakan parah hingga membahayakan keselamatan para petugas.

Nurul memaparkan fakta memprihatinkan bahwa sudah ada empat orang anggotanya yang mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang hancur. Bahkan, dua di antaranya sampai mengalami keguguran.

Ia berharap pemerintah setidaknya melakukan pengecoran jalan agar permukaannya rata jika pengaspalan secara keseluruhan belum memungkinkan.

“Kalau hujan, jalannya makin terkikis. Kalau belum bisa diaspal, dicor saja tidak apa-apa, yang penting jalannya rata,” katanya.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menyatakan keprihatinannya. Ia memastikan bahwa Pemkot Kendari telah menyiapkan anggaran pembangunan jalan tahun ini sekitar Rp5 miliar yang sebagian dialokasikan untuk wilayah tersebut.

Sudirman berjanji akan memanggil jajaran terkait di bidang Cipta Karya atau Bina Marga agar lokasi tersebut diprioritaskan.

“Ada dana Sekitar Rp5 miliar untuk jalan di antaranya dialokasikan untuk daerah sana. Titik pastinya nanti akan kami cek dan saya akan panggil bidang Cipta Karya atau Bina Marga untuk memprioritaskan lokasi tersebut,” kata Sudirman.

Selain infrastruktur jalan, pihak Lapas juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan. Meski sudah ada lima titik lampu yang terpasang, jalur menuju lapas masih sangat gelap sehingga berisiko tinggi bagi petugas perempuan yang pulang saat piket malam. Sudirman berkomitmen akan meninjau langsung lokasi tersebut dalam waktu dekat dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum.

Di samping membahas kendala fisik, pertemuan ini juga menjadi ajang promosi hasil karya warga binaan. Nurul menyerahkan produk sambal ikan tuna asap buatan penghuni lapas yang saat ini sedang dalam proses pengajuan sertifikasi halal.

“Ini dikerjakan langsung oleh warga binaan. Ada dua unit yang kami ajukan, dapur dan produk UMKM,” katanya.

Sudirman menyambut positif dan berjanji akan membantu memfasilitasi sertifikasi halal agar produk UMKM warga binaan tersebut dapat dipasarkan lebih luas.

Menutup pertemuan, Nurul menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Kendari yang selama ini telah membantu dalam hal pengangkutan sampah meski lokasi lapas terbilang cukup jauh dari pusat kota.

Editor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *