
JAKARTA – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Sultra kembali membuahkan hasil. Pemprov sukses menyabet penghargaan UHC Award 2026 Kategori Madya dari Pemerintah Pusat.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat kepada Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), dalam acara Deklarasi dan Pencanangan UHC yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2026).
Penghargaan kategori Madya ini diberikan atas keberhasilan Sultra mencapai angka Universal Health Coverage (UHC) sebesar 89,65 persen peserta aktif pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi 86,04 persen.
Berdasarkan data per 1 Desember 2025, tercatat sebanyak 2.553.935 jiwa penduduk Sultra telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dari jumlah tersebut, sebanyak 602.806 peserta merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang preminya dibayarkan langsung melalui APBD Provinsi.
Gubernur Sultra, ASR menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan yang inklusif.
“Capaian ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun masyarakat Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Meski telah meraih kategori Madya, Gubernur ASR tidak ingin cepat berpuas diri. Ia memasang target tinggi agar ke depan Sultra mampu masuk ke Kategori Utama dengan cakupan peserta aktif minimal 95 persen.
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Sultra melalui Dinas Kesehatan akan melakukan langkah-langkah strategis, antara lain pemutakhiran data kepesertaan BPJS Kesehatan agar lebih akurat dan terintegrasi, mengoptimalkan layanan digital untuk mempermudah akses masyarakat, dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk keberlanjutan program JKN.
Gubernur juga mengingatkan, keberlangsungan program JKN sangat bergantung pada kesadaran kolektif. Ia mengimbau peserta mandiri untuk tetap tertib membayar iuran.
“Kesuksesan program ini ditentukan oleh kesadaran kita semua. Membayar iuran secara tertib adalah bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.
Editor: Tim Redaksi
